Sistem Pendingin

Tubuh manusia harus memiliki sistem perlindungan, apabila tidak ada dan stamina menurun salah satu akibatnya adalah suhu tubuh “tinggi” alias Demam, atau juga bisa turun dibawah suhu normal tubuh alias meriang/kedinginan, jika ini terjadi maka kegiatan rutin dan ataupun pekerjaan akan terganggu.

Demikian juga halnya dengan MESIN, yang mana berfungsi mengubah energi panas yang terkandung dalam bahan bakar menjadi tenaga gerak.

BBM + Oxygen = CO2 + H2O + ENERGI PANAS

Dari panas yang dihasilkan , 25 -35 % digunakan sebagai tenaga penggerak,   35-40% hilang/dibuang melalui gas buang/knalpot dan sisanya adalah diserap oleh bagian bagian mesin ataupun sistem pendingin mesin. Panas yang diserap harus segera dibuang untuk menghindari panas berlebih (OVERHEATING) atau yang lebih riskan adalah mengakibatkan mesin menjadi retak.

Untuk menstabilkan suhu mesin agar tetap berada pada kondisi suhu ideal, maka diperlukan sistem pendingin  yang umumnya terdiri dari:

  • WATER /ENGINE JACKET (MANTEL PENDINGIN)
  • RADIATOR
  • WATER PUMP
  • THERMOSTAT
  • COOLING FAN
  • RESERVOIR TANK
  • SELANG RADIATOR

Banyak orang menganggap sistem ini tidak terlalu penting untuk diperhatikan, hal ini sangat disayangkan kalau kita juga salah satu diantara mereka. Mogok dijalan gara gara overheating karena menganggap remeh sistem pendinginan akan menyusahkan diri pengguna kendaraan.

Agar hal ini dapat kita hindari, mari kita coba untuk memahami terlebih dahulu bagian – bagian dari sistem pendingin.

Sistem pendingin dari sebuah kendaraan bermotor mempunyai dua fungsi. Yang pertama adalah mentransfer/menghantar panas dari ruang pembakaran mesin selama siklus pembakaran kepada udara luar, dan yang kedua adalah mencegah panas mengarah ke bagian ruangan penumpang.

ENGINE JACKET di blok mesin menghantar panas dari mesin  selama siklus pembakaran melalui coolant,dan coolant ini ber-sirkulasi melalui sistem pendingin dengan bantuan pompa air

Tugas daripada RADIATOR adalah merilis ataupun mengambil panas mesin dengan bantuan coolant kemudian di dinginkan melalui kisi-kisi radiator dgn bantuan kipas radiator maupun udara diluar ketika kita mengemudi. WATER PUMP/POMPA AIR kebanyakan terbuat dari Aluminium dan memiliki seal-seal untuk mencegah kebocoran dari poros pendorong(impeller shaft). Pompa air juga biasanya dijalankan oleh engkol(crankshaft)  daripada mesin. Pompa air menggunakan impeller maupun baling-baling untuk menyirkulasikan coolant melalui sistem pendingin.

THERMOSTAT berfungsi mengatur kestabilan suhu kerja mesin dengan cara membuka ataupun menutup,karena mesin -seperti halnya juga tubuh manusia- memiliki suhu kerja minimumnya. Pada saat suhu kerja minimum mesin belum tercapai maka thermostat akan pada posisi ‘menutup’ sehingga siklus air belum berjalan,pada saat suhu kerja minimum mesin sudah tercapai-sesuai dengan yang sudah di set dari pabrikan kendaraan masing-masing- maka thermostat akan ‘membuka’ dan siklus air akan berjalan.

Sedangkan COOLING FAN adalah komponen yang mempercepat aliran udara yang melalui radiator dan mengurangi efek dari radiasi panas.

RESERVOIR TANK disediakan untuk menyimpan kelebihan air  yang tidak terpakai dan mengirimkannya/menyalurkannya kembali ke radiator pada saat mesin mulai turun suhunya.

SELANG/PIPA RADIATOR berfungsi menghubungkan komponen komponen pada sistem pendingin, terbuat dari karet agar dapat menyerap getaran dan mudah memasang atau melepaskannya. Pipa bagian atas disebut pipa outlet (OUTLET HOSE) dan di bagian bawah disebut pipa inlet (INLET HOSE).

Leave a Reply