Prinsip Kerja Motor Starter

Sistem starter adalah bagian dari sistem pada kendaraan untuk memberikan putaran awal bagi engine agar dapat menjalankan siklus kerjanya. Dengan memutar fly wheel, engine mendapat putaran awal dan selanjutnya dapat bekerja memberikan putaran dengan sendirinya melalui siklus pembakaran pada ruang bakar. Engine yang digunakan dalam kendaraan berat komersial, khususnya engine diesel, memerlukan starter dengan output yang jauh lebih tinggi dari pada kendaraan ringan pada umumnya. Starter merupakan alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanis dan outputnya dalam kilowatt akan selalu lebih kecil dari inputnya.

Salah satu cara untuk meningkatkan jumlah daya output pada motor starterkendaraan berat adalah merancang motor starter dengan tegangan yang lebih tinggi. Mengingat daya berbanding lurus dengan tegangan dan arus, maka apabila input arus sama, output akan meningkat ketika tegangan yang diterapkan meningkat.
Dengan demikian sistem tegangan 24 volt banyak digunakan pada kendaraan dengan kebutuhan tenaga starter yang tinggi. Kelebihan lain dari sistem tegangan tinggi adalah penurunan tegangan akan memberikan pengaruh yang lebih kecil. Dalam sistem yang menggunakan tegangan 6 volt, penurunan tegangan 0,5 volt dalam rangkaian suplai ke starter akan mengakibatkan penurunan 8,3% dalam voltase yang diterapkan melalui starter. Dalam sistem tegangan 24 volt, penurunan ini (0,5 volt) hanya mengakibatkan penurunan sebesar 2, 07%.
Komponen-komponen utama motor starter ini adalah : Baterai, Starting switch / Kunci Kontak, Baterai Relay switch, Motor starter dan Safety Relay.

Pemeriksaan MOTOR STARTER Kendaraan

Motor starter merupakan bagian yang sangat penting dari kendaraan, jika terjadi kerusakan kita akan dibuat kerepotan olehnya. Agar kita tahu letak kerusakan juga nggak dikibulin oleh bengkel “nakal” maka perlu sekali kita tau cara pemeriksaan motor starter. Dari berbagai “artikel” kendaraan yang saya pelajari dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan motor starter meliputi :
1. Pemeriksaan Komutatormeliputi :

  • Pemeriksaan kebersihan dari komutator, jika kotor bersihkan dengan amplas ukuran # 400.
  • Run Out, jika keolengan melebihi 0,05 mm ratakan dengan mesin bubut.
  • Kedalaman alur, jika kedalaman alur kurang dari 0,2 mm perbaiki dengan mata gergaji.

2. Armature coil, meliputi :

  • Kontinuitas kumparan, kondisi baik bila ada kontinuitas antar ujung kumparan.
  • Ground test, kondisi baik bila tidak ada kontinuitas.


3.
Field coil, meliputi :

  • Periksa kontinuitas srikuit field coil, kondisi baik bila ada kontinuitas antar ujung kumparan.
  • Ground test, baik bila tidak ada kontinuitas.


4. Sikat, 
meliputi :
Bila panjang sikat kurang dari 8,0 mm maka sikat harus diganti.

5. Pemegang sikat

Pastikan pemegang sikat (+) dengan (-) tidak ada kontinuitas

6.
Magnetic switch

  • Kembalinya plunyer, kondisi baik bila plunyer ditekan segera kembali.
  • Pull in coil test, periksa hubungan antara terminal 50 dengan C.kondisi baik bila ada kontinuitas.
  • Hold in coil test, periksa hubungan antara terminal 50 dan body. jika ada kontinuitas berarti baik.

7. Pemeriksaan Tanpa beban

Jika pemeriksaan awal dari 1 sampai 6 telah dilakukan maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji tanpa beban. maksudnya disini adalah pemeriksaan motor starter tanpa dipasang pada kendaraan. adapun pemeriksaan ini dilakukan dengan :

  • menghubungan terminal negatif baterai dengan body motor starter.
  • Menghubungkan terminal positif baterai dengan terminal 30 motor starter (biasanya baut terminal 30 lebih panjang dibanding dengan baut terminal C).
  • Sebagai gantinya kunci kontak maka hubungkan terminal 30 dengan terminal 50.
  • Ketika terminal 30 dihubungkan dengan terminal 50 maka pada plunyer akan terlempar dilanjutkan dengan berputar.

Apabila kondisi ini kita jumpai pada saat pemeriksaan akhir motor starter maka dapat disimpulkan motor starter dalam kondisi baik.

Leave a Reply