Cara kerja Lampu Sein

Lampu sein atau turn signal merupakan salah satu komponen yang dianggap remeh namun sangat penting peranannya dalam konsep safety driving. Lampu Sein atau turn signal merupakan lampu pemberi tanda ketika kita mau belok, tanda ini di cirikan dengan lampu yang berkedip-kedip agar pengendara lain atau orang yang ada di jalan dapat menyadari bahwa sebuah kendaraan akan berganti arah.

Bagaimana proses menyalanya lampu sein ini ?
Prosesnya cukup sederhana.
komponen pendukung sein antara lain :

·         Flasher
·         Saklar sein
·         Bohlam

Wiring diagramnya adalah sebagai berikut :

 

Flasher :

Flasher adalah komponen memberikan signal + yang memiliki frekuensi yang sudah tetap misalnya 2,5 kali per detik.
Karena signal yang keluar dari terminal L pada flasher adalah + maka pada bohlam sudah stand by ground, sehingga ketika dapet + dari signal flasher bohlam akan hidup.
Flasher pada umumnya ada dua tipe :
1.      flasher electronic
2.      flasher bimetal

Flasher electronic memanfaatkan rangkaian timer atau rangkaian flip flop agar dapat memberikan signal on–off…..

 

Flasher bimetal memanfaatkan pemuaian metal akibat pemanasan..ketika sebuah pelat dipanaskan, ketika memuai, pelat akan melengkung (pada gambar warna merah)..sehingga terminal kontak akan berpisah. Ketika terminal kontak sudah terpisah maka arus pemanasan pelat terputus. Ketika arus pemanasan terputus, maka pelat mengalami pendinginan dan kemudian menyusut lagi. Karena menyusut lagi maka terminal kontak akan bersentuhan kembali, maka arus pemanasan kembali bekerja, dan demikian selanjutnya.

 

Lampu Kecil (Lampu Senja), Istilah lampu senja, untuk lampu kecil hanya ada di kita. Penggunaan lampu senja bukan berarti digunakan saat senja hari (jelang maghrib). Tidak ada pemakaian lampu Senja sambil kendaran berjalan. Pada saat senja, bila dirasa kita butuhkan penerangan, maka gunakan lampu besar(Head Lamp). Lampu senja digunakan hanya “saat mobil parkir dipinggir jalan, dimana tidak terdapat lampu penerangan disekitarnya “. Dan umumnya bersifat parkir sementara (tidak terlalu lama). Seolah mobil itu kepada pengguna jalan lain berkata : “hati-hati, aku ada disini, jangan sampai menabraku, aku diam ditempat gelap”

Leave a Reply