Sistem Rem

A.   Mekanisme Rem

Suatu kendaraan memerlukan suatu mekanisme yang dapat mengatur  atau menghentikan kendaraan, mekanisme ini sangat penting sehingga pengemidi dapat mengintrol laju kendaraan saesuai dengan kondisi.Rem berfungsi mengurangi kecepatan kendaraan atau menghentikan laju kendaraan, mekanisme gesekan antara komponen rem dengan roda yang berputar.

 

B.   Klasifikasi Rem

Rem dalam sebuah mobil dapat digolongkan menjadi:

1.      Rem berdasarkan letaknya.

2.      Rem berdasarkan pengguanaannya.

3.      Rem berdasarkan konstruksinya.

4.      Rem berdasarkan mekanisme kerjanya.

 

Penggolongan rem berdasarkan mekanisme kerja dapat digolongkan menjadi:

Ø  Rem Mekanik

Ø  Rem Hidrolis

Ø  Rem Angin

Ø  Rem Vacuum

Ø  Rem Cakram

 

Dalam laporan ini, penulis akan menyampaikan penjelasan tentang perawatan dan perbaiak system remtromol hodroilis saja dikarenakan ketersediaan waktu.

 

C.   Rem Hidrolis

Rem hidrolis bekerja berdasarkan hokum pascal dimana apabila tekanan bekerja dalam zat cair dlam suatu bejana tertutup maka tekanan tersebut akan diteruskan kesegfala arah kebejana lain.Adapun proinsip dan komponen-komponen rem tromol yang dapat penulis sebutkan:

 

v Prinsip Kerja Rem Hidrolis

Pada saat pedal diinjak minyak rem pada silinder rem akan tertekan keluar melalui nipel atau pipa rem menekan torak.Dengan tekanan torak oleh minyak rem lalu kesilinder rem menekan torak menggerakan sepatu rem menahan atau menghimpit tromol rem.Pada saat pedal rem dilepas, pegas sepatu rem menarik sepatu rem keposisi semula dan torak dalam silinder rem dan pipa-pipa rem lalang.

 

v  Komponen-kopmponen Rem Hidrolis

  • Pedal rem
  • Master silinder
  • Pipa penyalur minyak
  • Silinder roda
  • Tangki minyak
  • Pegas pengembali
  • Piston
  • Inlet valve
  • Outlet valve

  1. D.  Master Silinder

Master silinder merupkan suatu bagian dari konstruksi rem hidrolis yang berfungsi meneruskan tekanan pedal rem menjadi tekanan minyak dalam suatu silinder melalui mekanisme gerak torak.Adapun cara kerja master silinder sebagai berikut:

 

Pada saat pedal rem ditekan /dinjak piston akan maju dan mengalirkan minyak ke tangki melalui saluuran didepan master silinder. Akibat tekanan ini maka tekanan minyak tinggi mengecilkan volume sehingga dapat mendorong katup inlet sampai menutup saluran tangki,inlet tertutup saluran minyak bertambah mik dan melalui ktup penggerak .jika pedal dilepas maka piston kembali keposisi semula akibatnya tekanan minyak mengecil dan terjadi kevakuman dalam piston.Akibatnya ,imyak akan tehisap batang mendorong tertarik katup inlet terbuka sehingga minyak kembali ketangki.

 

E.   Komponen-Komponen Rem Tromol

Adapun komponen-komponen rem tromol sebagai brikut:

v  Silinder Roda( Wheel Cylinder)

Berfungdsi untuk menekan sepatu rem ke tromol rem didalam silinder roda terpasang satu atau dua buah piston beserta seal tergantung pada konstruksinya adapun cara kerjanya adalah:

 

Bila pedal rem diinjak tekanan minyak rem dari master silinder disalurkan kesemua wheel silinder menekan pistn kearah luar ke brake soe / sepato rem . Bila dilepas makabrake shoe kembali keposisi semula kare ditari pegas.

v  Sepatu Rem (brake shoe)

Berfungsi untuk menahan putaran tromol rem melalui gesekan pada bagian luar brake shoe terbuat dari abses dengan tembaga atau campuaran plastic yang tahan panas.

 

v  Backing Plate

Berfungsi sebagai tumpuan untuk Manahan putaran tromol sekaligus sebagai dudukan cylinder roda.

 

v  Pegas Pengembali

 

Berfungsi untuk mengembalikan sepatu rem atau brake shoe keposisi semula pada saat tekanan pedal turun.

 

F.    Tipe Rem Tromol

Rem tromol pada dasarnya terbagi dalam lima model, tiap model prinsipnya berbeda satu sama lain.

 

1.    Model Leading Trailing

Model ini sepatu primer dan sekunder dijamin silinder roda dengan dua piston dan di bagian bawahnya dijamin oleh pin. Pada saat tromol diputar, sepatu trailing cenderung menahan putaran tromol. Sepatu kiri disebut leading dan sepatu kanan disebut trailing. Kedua leading menahan pengereman yang sama di mana saat tromol berputar ke arah berlawanan maka leading shoe menjadi trailing shoe dan sebaliknya.

 

2.    Model Two Leading

Model ini pada bagian atas sepatu rem primer dan sepatu rem sekunder dilengkapi dengan sebuah silinder roda, dilengkapi juga dengan penyetel sepatu rem. Pada saat tromol berputar, kedua sepatu rem menjadi trailing. Jika putaran rem sebaliknya, maka sepatu rem menjadi trailing.

 

3.     Model Dual Two Leading

Model ini dilengkapi dengan dua buah silinder roda yang dipasang di atas dan di bawah sepatu rem primer dan sekunder. Pada bagian ini baik maju maupun mundur kedua sepatu rem menjadi trailing.

 

4.     Model Uni Servo

Model ini dilengkapi dengan dua buah silinder roda di bagian atas dan di bagian bawah sepatu rem. Bagian atas memiliki satu piston dan silinder roda, sedangkan bagian bawah memiliki dua buah piston. Bila pedal rem ditekan, maka piston bergerak mendorong sepatu rem searah putaran tromol. Akibatnya diteruskan ke sepatu sekunder. Gerakan sepatu trailing dijaga silinder roda dan tenaga rem yang dihasilkan besar. Bila putaran rem terbalik, maka kedua sepatu rem akan menjadi trailing dan efek pengereman menjadi jelek.

 

5.     Model Duo Servo

Model ini dilengkapi dengan silinder roda yang memiliki dua piston. Tekanan dari silinder rem diseimbangkan oleh penyetel sepatu rem sehingga distribusi tekanan merata dan sepatu rem berfungsi sebagai leading walaupun gerakan tromol maju mundur.

Cara Kerja Sistem Pengisian

Pada saat kunci kontak ON dan mesin mati
sp1
Bila kinci kontak diputar ke posisi ON , arus dari baterai akan mengalir ke rotor dan merangsang rotor coil.Pada waktu yang sama, arus baterai juga mengalir ke lampu pengisisan (CHG) dan akibatnya lampu menjadi menyala (ON).

Secara keseluruhan mengalirnya arus listrik sebagai berikut :

a. Arus yang ke field coil

Terminal(+)baterai→fusible link→kunci kontak (IG switch)→sekering→terminal IG regulator→point PL→point PL→terminal F regulator→terminal F alternator→brush→slip ring→rotor coiil→slip ring→brush→terminal E alternator→massa→bodi.
Aibatnya rotor terangsang dan timbul kemagnetan yang selanjutnya arus ini disebut araus medan (field current).

b. Arus ke lampu charge

Terminal (+) baterai→fusibler link→sakjelar kunci kontak IG (IG switch) sekering→lampu CHG→terminal L regulator→titik kontak P→titik kontak P→terminal E regulator→massa bodi.

Akibatnya lampu charge akan menyala.

Pada saat mesin kecepatan rendah ke kecepatan sedang
sp2
Bila gerakan P dari voltage relay, membuat hubungan dengan titik kontak P, maka pada sirkuit sesudah dan sebelum lampu pengisian (charge) tegangannya sama. Sehingga pada aris tidak akan mengalir ke lampu dan akhirnya lampu mati. Untuk jelasnya aliran arus pada masing-masing peristiwa sebagai berikut :

a. Tegangan Netral

Terminal N alternator→terminal N regulator→magnet coil dari voltage relay→terminal E reguilator→massa bodi.

Akibatnya pada magnet coil dari voltage relay akan terjadi kemagnetan dan dapat menarik titik kontak P dari P dan selanjutnya P akan bersatu dengan P. Dengan demikian lampu pengisian (charge) jadi mati.

b. Tegangan yang keluar (output Voltage)

Terminal B alternator→trminal B regulator→titik kontak P→titik kontak P→magnet coil darivoltage regulator→terminal E regulator→massa bodi.
Akibatnya pada coil voltage regulator timbul kemagnetan yang dapat mempengaruhi posisi dari titik kontak (point) PL.
Dalam hal ini PL akan tertarik dari PL sehingga pada kecepatan sedang PL akan mengambang (seperti terlihat pada gambar diatas).

c. Arus yang ke field

Termional B alternator→IG switch→Fuse→terminal IG regulator→Point PL→Point PL→Reristor R→Terminal F regulator→Terminal F alternator→Rotor coil→terminal E alternator→massa bodi.

Dalam hal ini jumlah arus/tegangan yang masuk ke rotor coil bias melalui dua saluran.

→Bila kemagnetan di voltage regulator besar dan mampu menarik PL dari PL, maka arus yang ke rotor coil akan melalui resistor R.Akibatnya arus akan kecil dan kemagnetan yang ditimbulkan rotor coil-pun kecil (berkurang).

d. Out Put current

Terminal B alternator →baterai dan beban→massa bodi.

Kerja mesin dari kecepatan sedang ke kecepatan tinggi
sp3

Bial gerakan titik kontak PL pada regulator berhubungan dengan titik kontak PL,field current akan dibatasi. Bagaimanapun juga point dari voltage relay tidak akan terpisah dari point P,sebab tegangan netral terpelihara dalam sisa flux dari rotor. Aliran arusnya adalah senagai berikut :

a. Voltage Netral (Tegangan Netral)

Terminal N alternator→terminal N regulator→magnet coil dari voltage relay→terminal E regulator→massa bodi.

Arus ini juga sering disebut netral voltage.

b. Out Put Voltage

Terminal B alternator→terminal B regulator→point P→point P→magnet coil dari N regulatorterminal E regulator.

Inilah yang disebut dengan Output voltage.

c. tidak ada arus ke Field Current

Terminal B alternator →IG switch→fuse→terminal IG regulator→reristor R→Terminal F regulator→terminal F alternator→rotor coil→atau→point PL→Point P→ground (NO.F.C)→Terminal E alternator→massa (F Current).

Bila arus resistor R→mengalir teminal Fregulator→rotor coil→massa, akibatnya arua yang ke rotor ada, tapi kalau PL-maka arus mengalir ke massa sehingga yang ke rotor coil tidak ada.

d. Out Put Current

Terminal B alternator→baterai/load→massa.

Penyebab Kerusakan Accu (Aki)

Pada waktu jalan, ketika kita mau menggunakan klakson ternyata suara klaksonnya tidak bersuara nyaring lagi seperti biasanya, atau ketika pada waktu malam, lampu utama sepeda motor atau mobil tidak terang lagi seperti biasanya. Ada apa gerangan? Ternyata hal itu disebabkan oleh accu (aki) sepeda motor kita yang tidak normal/rusak.  Yang jadi pertanyaan adalah, kenapa aki bisa rusak?
Penyebab kerusakan accu (aki) adalah sebagai berikut :
1.   Karena lama dipakai. Accu (aki) sama dengan barang-barang lainnya yang akan berkurang kemampuannya sesuai dengan waktu pemakaian, meskipun telah dirawat dan dipergunakan dengan benar. Tanda-tanda accu (aki) yang sudah berkurang kemampuannya yaitu plat sudah mulai hitam, ram naik dan sebagian pasta rontok. Seiring dengan usia accu (aki), penambahan air accu (aki) harus semakn sering. Seiring dengan usia accu (aki), kemampuan untuk menyimpan stroom semakin lemah.
2.     Karena salah dalam pemasangan. Pemasangan terminal plus (+) dan minus (-) yang terbalik, bisa menyebabkan korsleting. Pemasangan terminal dalam keadaan kotor, mengakibatkan laju pengisian listrik (stroom) terhambat. Pemasangan braket (clamp) yang kendor, mengakibatkan vibrasi/getaran yang berlebihan sehingga menyebabkan rusaknya sel, terminal bahkan korslet dan kemungkinan meledak.
3.  Karena dipergunakan melebihi kemampuannya. Sebagai contoh, mobil yang seharusnya menggunakan accu (aki) type n 70 diganti dengan type n 50 (kapasitas lebih kecil berakibat turunnya usia accu/aki dari yang seharusnya)
4.      Karena kelebihan stroom (charging) dari dynamo ampere. Accu (aki) yang diisi stroom berlebihan (over charging) data mengakibatkan panas dan plat bengkok, bahkan menyebabkan rontoknya plat yang ada dalam sel accu (aki).
5.      Karena kurang perawatan. Accu (aki) yang tidak dirawatmengakibatkan under charge dan turunnya usia / masa pakai accu (aki) secara drastis. Sebagai contoh, accu (aki) dalam keadaan kotor baik casing maupun terminalnya (parasitic load) dan accu (aki) yang kurang cairan elektrolitnya (air accu/aki) dibawah level lower.
6.      Karena efek kerusakan sistem kelistrikan kendaraan. Sistem kelistrikan mobil sangat berpengaruh sekali terhadap usia accu (aki). Dinamo ampere yang rusak dapat mengakibatkannya under charge atau over charge. Dinamo starter yang rusak/korslet, dapat mengakibatkan under charge bahkan dapat menyebabkan rusaknya accu (aki). Keadaan kabel-kabel dalam kelistrikan mobil yang tidak baik, dapat menyebabkan terganggunya arus pengisian (stroom) dan korsleting.
 
Untuk menghindari kerusakan accu (aki), lakukanlah perawatan dan pemeriksaan sistem kelistrikan kendaraan anda dengan teratur di bengkel langganan anda.

Sistem Pendingin

Tubuh manusia harus memiliki sistem perlindungan, apabila tidak ada dan stamina menurun salah satu akibatnya adalah suhu tubuh “tinggi” alias Demam, atau juga bisa turun dibawah suhu normal tubuh alias meriang/kedinginan, jika ini terjadi maka kegiatan rutin dan ataupun pekerjaan akan terganggu.

Demikian juga halnya dengan MESIN, yang mana berfungsi mengubah energi panas yang terkandung dalam bahan bakar menjadi tenaga gerak.

BBM + Oxygen = CO2 + H2O + ENERGI PANAS

Dari panas yang dihasilkan , 25 -35 % digunakan sebagai tenaga penggerak,   35-40% hilang/dibuang melalui gas buang/knalpot dan sisanya adalah diserap oleh bagian bagian mesin ataupun sistem pendingin mesin. Panas yang diserap harus segera dibuang untuk menghindari panas berlebih (OVERHEATING) atau yang lebih riskan adalah mengakibatkan mesin menjadi retak.

Untuk menstabilkan suhu mesin agar tetap berada pada kondisi suhu ideal, maka diperlukan sistem pendingin  yang umumnya terdiri dari:

  • WATER /ENGINE JACKET (MANTEL PENDINGIN)
  • RADIATOR
  • WATER PUMP
  • THERMOSTAT
  • COOLING FAN
  • RESERVOIR TANK
  • SELANG RADIATOR

Banyak orang menganggap sistem ini tidak terlalu penting untuk diperhatikan, hal ini sangat disayangkan kalau kita juga salah satu diantara mereka. Mogok dijalan gara gara overheating karena menganggap remeh sistem pendinginan akan menyusahkan diri pengguna kendaraan.

Agar hal ini dapat kita hindari, mari kita coba untuk memahami terlebih dahulu bagian – bagian dari sistem pendingin.

Sistem pendingin dari sebuah kendaraan bermotor mempunyai dua fungsi. Yang pertama adalah mentransfer/menghantar panas dari ruang pembakaran mesin selama siklus pembakaran kepada udara luar, dan yang kedua adalah mencegah panas mengarah ke bagian ruangan penumpang.

ENGINE JACKET di blok mesin menghantar panas dari mesin  selama siklus pembakaran melalui coolant,dan coolant ini ber-sirkulasi melalui sistem pendingin dengan bantuan pompa air

Tugas daripada RADIATOR adalah merilis ataupun mengambil panas mesin dengan bantuan coolant kemudian di dinginkan melalui kisi-kisi radiator dgn bantuan kipas radiator maupun udara diluar ketika kita mengemudi. WATER PUMP/POMPA AIR kebanyakan terbuat dari Aluminium dan memiliki seal-seal untuk mencegah kebocoran dari poros pendorong(impeller shaft). Pompa air juga biasanya dijalankan oleh engkol(crankshaft)  daripada mesin. Pompa air menggunakan impeller maupun baling-baling untuk menyirkulasikan coolant melalui sistem pendingin.

THERMOSTAT berfungsi mengatur kestabilan suhu kerja mesin dengan cara membuka ataupun menutup,karena mesin -seperti halnya juga tubuh manusia- memiliki suhu kerja minimumnya. Pada saat suhu kerja minimum mesin belum tercapai maka thermostat akan pada posisi ‘menutup’ sehingga siklus air belum berjalan,pada saat suhu kerja minimum mesin sudah tercapai-sesuai dengan yang sudah di set dari pabrikan kendaraan masing-masing- maka thermostat akan ‘membuka’ dan siklus air akan berjalan.

Sedangkan COOLING FAN adalah komponen yang mempercepat aliran udara yang melalui radiator dan mengurangi efek dari radiasi panas.

RESERVOIR TANK disediakan untuk menyimpan kelebihan air  yang tidak terpakai dan mengirimkannya/menyalurkannya kembali ke radiator pada saat mesin mulai turun suhunya.

SELANG/PIPA RADIATOR berfungsi menghubungkan komponen komponen pada sistem pendingin, terbuat dari karet agar dapat menyerap getaran dan mudah memasang atau melepaskannya. Pipa bagian atas disebut pipa outlet (OUTLET HOSE) dan di bagian bawah disebut pipa inlet (INLET HOSE).

Prinsip Kerja Motor Starter

Sistem starter adalah bagian dari sistem pada kendaraan untuk memberikan putaran awal bagi engine agar dapat menjalankan siklus kerjanya. Dengan memutar fly wheel, engine mendapat putaran awal dan selanjutnya dapat bekerja memberikan putaran dengan sendirinya melalui siklus pembakaran pada ruang bakar. Engine yang digunakan dalam kendaraan berat komersial, khususnya engine diesel, memerlukan starter dengan output yang jauh lebih tinggi dari pada kendaraan ringan pada umumnya. Starter merupakan alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanis dan outputnya dalam kilowatt akan selalu lebih kecil dari inputnya.

Salah satu cara untuk meningkatkan jumlah daya output pada motor starterkendaraan berat adalah merancang motor starter dengan tegangan yang lebih tinggi. Mengingat daya berbanding lurus dengan tegangan dan arus, maka apabila input arus sama, output akan meningkat ketika tegangan yang diterapkan meningkat.
Dengan demikian sistem tegangan 24 volt banyak digunakan pada kendaraan dengan kebutuhan tenaga starter yang tinggi. Kelebihan lain dari sistem tegangan tinggi adalah penurunan tegangan akan memberikan pengaruh yang lebih kecil. Dalam sistem yang menggunakan tegangan 6 volt, penurunan tegangan 0,5 volt dalam rangkaian suplai ke starter akan mengakibatkan penurunan 8,3% dalam voltase yang diterapkan melalui starter. Dalam sistem tegangan 24 volt, penurunan ini (0,5 volt) hanya mengakibatkan penurunan sebesar 2, 07%.
Komponen-komponen utama motor starter ini adalah : Baterai, Starting switch / Kunci Kontak, Baterai Relay switch, Motor starter dan Safety Relay.

Pemeriksaan MOTOR STARTER Kendaraan

Motor starter merupakan bagian yang sangat penting dari kendaraan, jika terjadi kerusakan kita akan dibuat kerepotan olehnya. Agar kita tahu letak kerusakan juga nggak dikibulin oleh bengkel “nakal” maka perlu sekali kita tau cara pemeriksaan motor starter. Dari berbagai “artikel” kendaraan yang saya pelajari dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan motor starter meliputi :
1. Pemeriksaan Komutatormeliputi :

  • Pemeriksaan kebersihan dari komutator, jika kotor bersihkan dengan amplas ukuran # 400.
  • Run Out, jika keolengan melebihi 0,05 mm ratakan dengan mesin bubut.
  • Kedalaman alur, jika kedalaman alur kurang dari 0,2 mm perbaiki dengan mata gergaji.

2. Armature coil, meliputi :

  • Kontinuitas kumparan, kondisi baik bila ada kontinuitas antar ujung kumparan.
  • Ground test, kondisi baik bila tidak ada kontinuitas.


3.
Field coil, meliputi :

  • Periksa kontinuitas srikuit field coil, kondisi baik bila ada kontinuitas antar ujung kumparan.
  • Ground test, baik bila tidak ada kontinuitas.


4. Sikat, 
meliputi :
Bila panjang sikat kurang dari 8,0 mm maka sikat harus diganti.

5. Pemegang sikat

Pastikan pemegang sikat (+) dengan (-) tidak ada kontinuitas

6.
Magnetic switch

  • Kembalinya plunyer, kondisi baik bila plunyer ditekan segera kembali.
  • Pull in coil test, periksa hubungan antara terminal 50 dengan C.kondisi baik bila ada kontinuitas.
  • Hold in coil test, periksa hubungan antara terminal 50 dan body. jika ada kontinuitas berarti baik.

7. Pemeriksaan Tanpa beban

Jika pemeriksaan awal dari 1 sampai 6 telah dilakukan maka langkah selanjutnya adalah melakukan uji tanpa beban. maksudnya disini adalah pemeriksaan motor starter tanpa dipasang pada kendaraan. adapun pemeriksaan ini dilakukan dengan :

  • menghubungan terminal negatif baterai dengan body motor starter.
  • Menghubungkan terminal positif baterai dengan terminal 30 motor starter (biasanya baut terminal 30 lebih panjang dibanding dengan baut terminal C).
  • Sebagai gantinya kunci kontak maka hubungkan terminal 30 dengan terminal 50.
  • Ketika terminal 30 dihubungkan dengan terminal 50 maka pada plunyer akan terlempar dilanjutkan dengan berputar.

Apabila kondisi ini kita jumpai pada saat pemeriksaan akhir motor starter maka dapat disimpulkan motor starter dalam kondisi baik.

Cara kerja Lampu Sein

Lampu sein atau turn signal merupakan salah satu komponen yang dianggap remeh namun sangat penting peranannya dalam konsep safety driving. Lampu Sein atau turn signal merupakan lampu pemberi tanda ketika kita mau belok, tanda ini di cirikan dengan lampu yang berkedip-kedip agar pengendara lain atau orang yang ada di jalan dapat menyadari bahwa sebuah kendaraan akan berganti arah.

Bagaimana proses menyalanya lampu sein ini ?
Prosesnya cukup sederhana.
komponen pendukung sein antara lain :

·         Flasher
·         Saklar sein
·         Bohlam

Wiring diagramnya adalah sebagai berikut :

 

Flasher :

Flasher adalah komponen memberikan signal + yang memiliki frekuensi yang sudah tetap misalnya 2,5 kali per detik.
Karena signal yang keluar dari terminal L pada flasher adalah + maka pada bohlam sudah stand by ground, sehingga ketika dapet + dari signal flasher bohlam akan hidup.
Flasher pada umumnya ada dua tipe :
1.      flasher electronic
2.      flasher bimetal

Flasher electronic memanfaatkan rangkaian timer atau rangkaian flip flop agar dapat memberikan signal on–off…..

 

Flasher bimetal memanfaatkan pemuaian metal akibat pemanasan..ketika sebuah pelat dipanaskan, ketika memuai, pelat akan melengkung (pada gambar warna merah)..sehingga terminal kontak akan berpisah. Ketika terminal kontak sudah terpisah maka arus pemanasan pelat terputus. Ketika arus pemanasan terputus, maka pelat mengalami pendinginan dan kemudian menyusut lagi. Karena menyusut lagi maka terminal kontak akan bersentuhan kembali, maka arus pemanasan kembali bekerja, dan demikian selanjutnya.

 

Lampu Kecil (Lampu Senja), Istilah lampu senja, untuk lampu kecil hanya ada di kita. Penggunaan lampu senja bukan berarti digunakan saat senja hari (jelang maghrib). Tidak ada pemakaian lampu Senja sambil kendaran berjalan. Pada saat senja, bila dirasa kita butuhkan penerangan, maka gunakan lampu besar(Head Lamp). Lampu senja digunakan hanya “saat mobil parkir dipinggir jalan, dimana tidak terdapat lampu penerangan disekitarnya “. Dan umumnya bersifat parkir sementara (tidak terlalu lama). Seolah mobil itu kepada pengguna jalan lain berkata : “hati-hati, aku ada disini, jangan sampai menabraku, aku diam ditempat gelap”

Memasang Relay untuk Lampu Kepala (Head Lamp)

Penggunaan bohlam berdaya (watt) besar — lebih besar dibanding bawaan pabrik — membutuhkan suplai listrik yang lebih besar pula. Sayangnya, jalur listrik lampu tersebut (kabel-kabel dan sakelar) belum tentu mampu meng-handlesuplai listrik sebesar itu. Jika “dipaksa” kabel dan sakelar bisa panas, rusak, atau bahkan terbakar …
Solusinya, gunakan relay!
Penggunaan relay pada headlamp nggak berarti bakal membuat cahaya lampu menjadi lebih terang. Relay hanya sekedar sakelar elektrik, yaitu sakelar yang diaktifkan dengan menggunakan arus listrik atau, tepatnya, relay digunakan untuk men”switch” sirkuit berdaya besar melalui sirkuit berdaya kecil. Sementara terangnya cahaya lampu tergantung pada spesifikasi lampu itu sendiri, dan suplai listriknya.
Catatan: kalo pengen lebih jelas mengenal relay, silahkan search di internet
Oke, gimana cara instalasi relay pada headlamp?
Perhatikan gambar di bawah … ini diagram wiring standar pada headlamp … sumber listrik -> sakelar on/off -> sakelar hi/lo -> lampu.

Abaikan jalur-jalur lain! Kita fokus di jalur kabel yang menuju lampu aja :)
Selanjutnya potong kabel-kabel yang menuju headlamp. Pada gambar di bawah, tampak jalur lampu terbagi dua: [1] jalur A, kabel yang menuju lampu, dan [2] jalur B, kabel yang menuju sakelar (hi/lo) …

Siapkan dua buah relay … satu relay 4-kaki dan satu relay 5-kaki. Bisa gunakan relay otomotif/mobil (karena relay ini mampu meng-handle daya listrik yang cukup besar). Jangan lupa soket relay-nya, plus kabel secukupnya dan fuse/sikring 10A atau 20A. Kemudian instalasi seperti diagram di bawah ini:
Catatan: perhatikan bagaimana instalasi relay antara jalur A dan jalur B

Oia, jangan lupa, gunakan kabel yang lebih tebal untuk jalur listrik besarnya — yaitu antara “aki ke relay” dan “relay ke lampu”

Sistem Kelistrikan Mobil

Sistem kelistrikan mobil adalah bagian yang penting karena pada sistem inilah sumber penggerak berasal. Arus listrik dari sistem kelistrikan akan menimbulkan bunga api pada busi di mana bunga api tersebut merupakan syarat utama yang harus ada pada motor bensin. Penerangan pada mobil pun berasal dari kelistrikan. Masih banyak komponen lain yang digerakkan oleh listrik, seperti pompa bensin, motor starter, motor penghapus kaca dan sebagainya.

Mobil – mobil modern semakin banyak menggunakan tenaga listrik. Bahkan sistem pemasukkan bahan bakar karburator banyak yang sudah diganti dengan sistem eletkronik. Sistem tersebut dikenal dengan EFI (Electronic Fuel Injection ). Sistem lain yang , berfungsi sebagai sistem pembantu, kebanyakan bekerja berdasarkan kelistrikan.

Secara umum sistem kelistrikan pada mobil dapat dibedakan menjadi:

  • Sistem kelistrikan bahan bakar:
    • L – Jetronic
    • K – Jetronic
  • Sistem pengapapian :
    • Kondensor
    • Koil
    • Distributor
    • Kabel – kabel tegangan tinggi
    • Tahanan balast
  • Sistem pengukuran;
    • Pengukuran bahan bakar
    • Pengukuran tekanan oli
    • Pengukuran suhu air pendingin
    • Speedometer dan odometer
  • Sistem lampu dan alat bantu:
    • Lampu – lampu penerangan
    • Lampu tanda
    • Penghapus kaca
  • Sistem pengisian:
    • Dinamo
    • Alternator
    • Regulator
    • Dioda
    • Baterai

Cara Kerja Mesin Diesel

Fungsi dasar 
Sama seperti mesin bensin konvensional, motor diesel mesin pembakaran internal yang mengubah bahan bakar untuk energi mekanik yang dapat bergerak piston naik dan turun di dalam mesin. Piston yang terhubung ke poros mesin yang mengubah gerakan linear piston menjadi sebuah rotasi yang mendorong kendaraan roda. Kedua jenis mesin memerlukan sedikit ledakan (pembakaran) dari campuran bahan bakar dan di luar oksigen untuk melepaskan energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan mobil ke depan.
Perbedaan antara Diesel dan Motor Bensin 
Perbedaan utama antara kedua jenis mesin adalah proses melalui mana pembakaran internal ini terjadi. Mesin konvensional memerlukan busi sebagai sarana untuk membakar bahan bakar. Mesin diesel menggunakan suhu yang lebih tinggi untuk menciptakan udara yang lebih tinggi kompresi yang menyebabkan bahan bakar untuk membakar dengan sendirinya tanpa bantuan busi. 

 

Cara Kerja 
Gas memanas saat dikompresi, dan ini adalah prinsip mesin diesel mengandalkan dalam penggunaan energi. Pada langkah pertama dari proses,mesin diesel membawa udara ke dalam silinder ketika piston bergerak pergi ke ruang yang jelas untuk itu. Ketika piston kembali ke katup intake, itu memampatkan udara itu hanya dibawa masuk dan memanaskan itu pada waktu yang sama. Bahan bakar kemudian disuntikkan di bawah tekanan tinggi serta piston mencapai akhir dari kompresi. Suhu tinggi membakar udara bahan bakar, yang menyebabkan gas dalam ruang untuk secara cepat memperluas dan memaksa piston kembali. Ketika itu datang kembali, ia mendorong digunakan gas keluar dari silinder dan intake napas lagi udara segar untuk mengulangi proses lagi. 

Keuntungan dan Kerugian 
Mesin diesel bisa jauh lebih kuat daripada mesin bensin konvensional, itulah sebabnya mengapa mesin diesel digunakan untuk kendaraan besar seperti semi-truk. Mesin bisa sangat efisien bahan bakar ketika menjalankan dengan benar, sampai 15% lebih efisien dibandingkan mesin bensin biasa. Bahan bakardiesel dapat mulai untuk membekukan dalam mesin dalam cuaca dingin dan mengarah pada suatu kondisi yang disebut “waxing” di mana ia mulai membentuk kristal dalam mesin dan saluran bahan bakar. Karena mesin dieselsangat bergantung pada panas dan kompresi untuk menghasilkan kekuasaan mereka, mereka dapat menjadi sulit untuk memulai dalam cuaca dingin. Pemanas telah dibangun ke mereka dalam beberapa tahun terakhir untuk membantu memecahkan masalah ini, dan bahan bakar aditif dapat membantu mencegah waxing. Salah satu serangan terbesar terhadap penggunaan mesin diesel tetap jumlah yang lebih besar emisi itu menciptakan selama operasi, terutama nitrogen oksida dan emisi hidrokarbon terbakar.

Sistem AC pada Mobil

Pengertian AC

Air Conditioner Merupakan sebuah alat yang mampu mengkondisikan udara. Dengan kata lain, AC Berfungsi Sebagai Penyejuk Udara yang diinginkan ( sejuk atau dingin ) dan nyaman bagi tubuh. Ac Lebih Banyak digunakan di wilayah yang beriklim tropis dengan kondisi temperatur udara yang relatif tinggi (panas).

 

Cara Kerja AC Mobil

AC mobil terdiri dari beberapa bagian yang cara kerjanya saling berhubungan satu dengan yang lainnya, adapun bagian-bagian Ac tersebut adalah sebagai berikut :

1. Compresor
2. Condensor.
3. Filter Dryer.
4. Katup expansi.
5. Evaporator.

 

1. Compresor.
Compresor adalah jantung dari system peredaran AC mobil dan tugas compresor adalah untuk menjalankan freon ke seluruh bagian AC mobil serta menghisapnya kembali. Pada bagian ini compresor memiliki 2 fungsi yakni memberikan tekanan dan menghisapnya kembali tekanan yang telah diberikan dari saluran tekan.
Jika compresor sudah lemah maka udara yang keluar dari AC akan terasa kurang dingin, dan itu akan dapat dilihat dari alat bantu untuk melihat tekanan pada AC (manometer).
Jika compresor masih baik atau masih layak pakai maka tekanan pada manometer untuk hisap berkisar antara angka 25-35PSi, dan pada bagian tekan berkisar antara angka 200-250PSi. Adapun compresor yang saat ini beredar di pasaran tanah air terdapat 2 merk ternama yaitu Denso (ND), dan Sanden (SD).

 

2. Condensor
Condensor adalah bagian dari system sirkulasi AC mobil setelah compressor, bagian ini berfungsi untuk mendinginkan freon yang akan dialirkan kedalam evaporator, dan prinsip kerja condensor ini adalah menghisap dingin untuk mengeluarkan panas, maka bagian condensor ini jika disentuh dengan tangan akan teras panas.
Pada bagian condensor ini freon yang tadinya berbentuk uap dan ditekan oleh compresor akan berubah menjadi cair. ini disebabkan karena freon mengalami proses kondensasi atau pendinginan.

 

3. Filter Dryer
Setelah condensor, freon akan melalui tahap penyaringan sekaligus pengeringan dari uap air, untuk tugas ini alat yang berfungsi adalah filter dryer. Filter dryer ini bagian yang cukup penting dalam system sirkulasi pada AC mobil,
karena alat ini berfungsi menyaring semua kotoran yang ada pada system, oleh karena itu disarankan untuk mengganti filter dryer pada saat kendaraan anda mencapaijaarak tempuh 20.000 km.
Apa yang akan terjadi jika filter dryer tidak diganti pada waktunya?
Jika filter dryer sudah usang dan sudah terlalu banyak menampung kotoran, maka alat ini menjadi tidak berfungsi lagi sehingga seluru sistim sirkulasi akan dipenuhi oleh kotoran, sehingga akan mengakibatkan kerusakan pada compressor. waduh padahal compressor itu kan mahal……tapi jangan khawatir di pasaran ada bengkel AC yang menyediakan Compressor rekondisi/second, tapi anda harus hati-hati jangan mudah percaya pada penawaran bengkel-bengkel yang anda belum ketahui benar reputasinya…kecuali jika bengkel memberikan Garansi!!

 

4. Katup Expansi
Alat ini berfungsi untuk merubah freon dari bentuk cair menjadi gas, umumnya jarang sekali ditemukan kerusakan pada alat ini, dan apabila terjadi kerusakan sudah dapat dipastikan bahwa ini disebabkan karena Filter Dryer sudah tidak berfungsi lagi alias usang.
Katup expansi pada umumnya memiliki 2 bentuk, yakni kotak/persegi dan satunya menyerupai bentuk siku.
Untuk Expansi yang berbentu kotak/persegi pada umumnya lebih pendek usiapakainya, ini disebabkan pada bentuk ini tidak terdapat sensor sehingga jumlah Freon yang masuk kedalam evaporator tidak terkontrol.
Untuk Expansi yang berbentu siku pada umumnya memiliki usia pakai lebih panjang jika tidak tersumbat kotoran, itu disebabkan karena pada Expansi jenis ini memiliki sensor pada bagian belakang untuk mengatur jumlah banyaknya freon yang akan masuk ke Evaporator, sehingga dapat mencegah terjadinya pembekuan.

 

5. Evaporator
Evaporator adalah bagian pada Ac mobil yang berfungsi untuk mengeluarkan hawa sejuk ke dalam kabin mobil.

Prinsip kerja evaporator adalah menyerap hawa panas untuk mengeluarkan hawa dingin, atau kebalikan dari fungsi condenser. Jumlah panas yang diserap oleh evaporator harus sama dengan jumlah hawa dingin yang diserap oleg condenser.

Jika tidak terjadi keseimbangan itu maka system AC mobil anda akan terasa kurang maksimal.
Pada umumnya evaporator dibersihkan dalam jangka waktu 1 tahun atau 20.000 km
dan disertai dengan penggantian Filter Dryer.
Apa yang terjadi jika evaporator tidak dibersihkan pada waktunya?
Berikut ini adalah gejala akibat evaporator yang tidak terawat dengan baik :
1. Hembusan angin dari AC ke dalam kabin akan terasa kecil.
2. Tercium bau yang kurang sedap saat pertama kali AC dihidupkan.
3. Terjadi pembekuan pada Evaporator.
4. Selang-selang pada bagian evaporator mengalami keropos.

Komponen Pendukung AC Diantaranya :
1.Strainer Atau Saringan

Strainer atau saringan berfungsi menyaring kotoran yang terbawa oleh refrigeran di dalam sistem AC, Kotoran yang lolos dari saringan karena strainer rusak dapat menyebabkan penyumbatan pipa kapiler. Akibatnya, sirkulasi refrigeran menjadi terganggung. biasanya, kotoran yang menjadi penyumbat sistem pendingn, seperti karat dan serpihan logam.
2. Accumulator
Accumulator berfungsi sebagai penampung sementara refrigeran cair bertemperatur rendah dan campuran minyak pelumas evaporator. Selain itu, accumulator berfungsi mengatur sirkulasi aliran bahan refrigeran agar bisa keluar-masuk melalui saluran isap kompresor. Untuk mencegah agar refrigeran cair tidak mengalir ke kompresor, accumulator mengkondisikan wujud refrigeran tetap dalam wujud gas. Sebab, ketika wujud refrigeran berbentuk gas akan lebih mudah masuk ke dalam kompresor dan tidak merusak bagian dalam kompresor.
3. Minyak Pelumas Kompresor
Minyak pelumas atau oli kompresor pada sistem AC berguna untuk melumasi bagian-bagian kompresor agar tidak cepat aus karena gesekan. Selain itu, minyak pelumas berfungsi meredam panas di bagian-bagian kompresor. Sebagian kecil dari oli kompresor bercampur dengan refrigeran, kemudian ikut bersirkulasi di dalam sistem pendingin melewati kondensor dan evaporator. Oleh sebab itu, oli kompresor harus memiliki persyaratan khusus, yaitu bersifat melumasi, tahan terhadap temperatur kompresor yang tinggi, memiliki titik beku yang renndah, dan tidak menimbulkan efek negatif pada sifat refrigeran serta komponen AC yang dilewatinya.
4. Kipas ( Fan atau Blower )
Pada komponen AC, Blower terletak di bagian indoor yang berfungsi menghembuskan udara dingin yang di hasilkan evaporator. Fan atau kipas terletak pada bagian outdoor yang berfungsi mendinginkan refrigeran pada kondensor serta untuk membantu pelepasan panas pada kondensor

Komponen Kelistrikan Pada AC :

1. Thermistor
Thermistor adalah alat pengatur temperatur. Dengan begitu, thermistor mampu mengatur kerja kompresor secara otomatis berdasarkan perubahan temperatur. Biasanya, termistor dipasang di bagian evaporator. Thermistor dibuat dari bahan semikonduktro yang dibuat dalam beberapa bentuk, seperti piringan, batangan, atau butiran, tergantung dari pabrikan AC. Pada thermistor berbentuk butiran, memiliki diameter (kira-kira 3-5 mm). Kemudian, beberapa butir thermistor tersebut dibungkus dengan kapsul yang terbuat dari bahan gelas (kapsul kaca). Selanjutnya, kapsul kaca dipasangi dua buah kaki terminal (pin). Karena ukurannya sangat kecil, thermistor berbentuk butiran mampu memberikan reaksi yang sangat cepat terhadap perubahan temperatur. Thermistor dirancang agar memiliki tahanan yang nilainya semaking mengecil ketika temperatur bertambah. Pada Unit AC, ada dua jenis thermistor, yaitu thermistor temperatur ruangan dan thermistor pipa evaporator. Thermistor temperatur ruangan berfungsi menerima respon perubahan temperatur dan hembusan evaporator. Thermistor pipa berfungsi menerima perubahan temperatur pada pipa evaporator.
2.PCB Kontrol
PCB Kontrol merupakan alat mengatur kerja keseluruhan Unit AC. Jika di analogika, fungsi PCB kontrol menyerupai fungsi otak manusia. Di dalam komponen PCB Kontrol terdiri dari bermacam-macam alat elektronik, sperti thermistor,sensor,kapasitor,IC,trafo,fuse,saklar,relay , dan alat elektronik lainnya. Fungsinya pun beragam, mulai dari mengontrol kecepatan blower indoor, pergerakan swing, mengatur temperatur, lama pengoperasian(timer), sampai menyalakan atau menonaktifkan AC.
3. Kapasitor
Kapasitor merupakan alat elektronik yang berfungsi sebagai penyimpanan muatan listrik sementara. Dikatakan sementara, kapasitor akan melepaskan semua muatan listrik yang terkandung secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat. Besarnya muatan yang bisa ditampung tergantung dari kapasitas kapasitor. Satuan dari kapasitas kapasitor adalah Farad (F). Biasanya, Kapasitor difungsikan sebagai penggerak kompresor pertama kali atau starting kapasitor. Dengan bantuan starting kapasitor, hanya dibutuhkan waktu sepersekian detik atau sangat singkat untuk membuat motor kompresor berputar pada kecepatan penuh. Lama atau singkatnya waktu yang dibutuhkan tergantung dari jumlah muatan listrik yang tersimpan pada kapasitor. Setelah motor kompresor mencapai putaran penuh, secara otomatis hubungan listrik pada kapasitor akan dilepas, dan digantikan dengan hubungan langsung dari PLN. Kapasitor akan mengisi kembali muatan dan akan digunakan kembali sewaktu-waktu pada saat menyalakn kompresor lagi. Pada unit AC, biasanya terdapat dua starting kapasitor, yaitu sebagai penggerak kompresor dan motor kipas (fan). pada kompresor AC bertenaga 0.5 – 2 PK memiliki start kapasitor berukuran 15-50 nF. Pada motor kipas (fan indoor atau outdoor) memiliki start kapasitor berukuran 1-4 nF.
3.Overload Motor Protector (OMP)
Overload Motor Protector(OMP) merupakan alat pengaman motor listrik kompresor (biasanya terdapat pada jenis kompresor hermetik). Kerja OMP dikendalikan oleh sensor panas yang terbuat dari campuran bahan logam dan bukan logam (bimetal). Batang bimetal inilah yang membuka dan menutup arus listrik secara otomatis ke motor listrik. Ketika bimetal dilewati arus listrik tinggi secara terus menerus atau kondisi kompresor yang terlalu panas, bimetal akan membuka sehingga arus listrik menuju kompresor akan putus. Begitu juga sebaliknya. Ketika suhu kompresor turun, bimetal akan menutup, arus listik akan mengalir menuju kompresor sehingga kompresor akan kembali bekerja. Penempatan OMP pada kompresor hermetik ada dua macam, yaitu external OMP (diletakan di luar body kompresor) dan internal OMP(diletakan di dalam kompresor). Biasanya,External OMP digunakan untuk mesin compresor AC yang tidak terlalu besar(0,5-1 PK), sedangkan internal OMP banyak terdapat pada mesin kompresor AC yang besar(1,5-2 PK).

5. Motor Listrik
Motor Listrik berfungsi untuk menggerakan kipas (outdoor) dan Blower (indoor). Bentuk dan ukuran motor listrik indoor dan outdoor berbeda. Untuk membantu memaksimalkan putaran, baik pada motor listrik indoor maupun outdoor, dibutuhkan start kapasitor yang berfungsi menggerakan motor listrik pertama kali sampai mencapai putaran penuh. Selanjutnya, fungsi start capasitor akan digantikan oleh arus listrik PLN untuk memutar kedua motor listrik tersebut. Blower Motor
6. Motor Kompresor
Motor Kompresor berfungsi menggerakan mesin kompressor. Ketika Motor bekerja, kompresor akan berfungsi sebagai sirkulator bahan pendingin menuju ke seluruh bagian sistem pendingin. Umumnya, motor kompresor dikemas menjadi satu unti dengan kompresornya. Serupa dengan motor kipas, untuk start awal motor kompresor juga menggunakan bantuan start kapasitor.